Hari Pendidikan Nasional Diwarnai Demo Buruh

Darwis >> Langkat

Hari pendidiakn nasional yang diperingati Jum’at (2/5) diwarnai aksi demo ratusan buruh dan karyawan di Kabupaten Langkat. Aksi demo di depan kantor Bupati Langkat tersebut oleh para karyawan dan buruh. Dalam aksi yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Langkat (ABL) yang ada di Kabupaten Langkat. Kedatangan para buruh sambil membawa tujuh tuntutan yang sudah disepakati bersama.

Diantara tuntutan itu mereka, meminta pengoptimalan fungsi dan tugas Disnaker Langkat dalam melakukan pengawasan ketenaga kerjaan dan menyeret para pengusaha yang melanggar hak-hak normatif para buruh ke pengadilan. Selain itu tuntutan serupa juga ditujukan kepada keputusan menteri tentang ketenaga kerjaan.

Yakni mencabut Kepmen No. 100/Men/VI/2004 tentang sistem buruh harian lepas, juga Kepmen No.17/Men/VIII/ 2005 tentang sistem pengupahan daerah serta meminta malaksanakan UU No.32/2004 tentang otonomi daerah dan peraturan pemerintah No.38/2007 tentang pelaksanaan urusan Wajib mengenai ketenagakerjaan.

Setelah melakukan orasi sekitar 30 menit diluar kantor Bupati Langkat, dengan segala macam bentuk spanduk yang mereka bawa, akhirnya, lima perwakilan dari ratusan buruh ini, diterima oleh Sekdakab Langkat Drs Surya Djahisa untuk membahas tuntutan yang dibawa oleh kaum buruh ini.

Pertemuan yang berlangsung singkat tersebut, sempat menimbulkan pro dan kontra antara para buruh dan Pemkab Langkat yang diwakili Sekdakab langkat, karena terdapat kesalah pahaman antara kedua kubu dalam menyikapi tuntutan para buruh. Namun kesalah pahaman ini, tak sampai menimbulkan aksi yang berlebihan, karena tuntutan yang diminta para buruh tersebut, dapat dijelaskan dan dituangkan dalam rapat antar buruh dan Pemkab Langkat.

Dalam pertemuan itu, Aliansi dari Federasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (F.SBSI) Langkat, Soniman Lafau mengatakan, hingga saat ini, masih banyak karyawan atau buruh yang tidak mendapatkan hak-hak normatifnya, seperti, Upah minimum daerah atau jaminan Ketenaga kerjaan yang semestinya menjadi tanggung jawab pihak perusahaan.

Namun kenyataanya, pihak perusahaan tidak mengindahkan semua peraturan yang telah ditetapkan pemerintah tersebut, sehingga diharapkan dengan adanya pertemuan ini, Pemkab Langkat dapat menyampaikan permintaan para buruh ke pihak perusaan, agar menjalankan semua peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah, sehingga para buruh yang ada di Langkat, juga mendapat fasilitas yang sama dengan karyawan lainnya.

Namun, tuntutan yang sekian banyak, yang dibawa oleh kaum buruh, Sekdakab Langkat Drs Surya Djahisa meminta kepada perwakilan buruh yang mengikuti rapat di ruangannya itu, agar tidak kecewa dengan keputusan yang diambilnya, karena menurut Surya, dari sekian banyak tuntutan yang ada, hanya satu tuntutan yang dapat mereka penuhi, yaitu, mengoptimalkan fungsi dan pengawasan Disnaker Langkat terhadap perusahaan atau pengusaha yang ada di Kabupaten Langkat, karena hanya permohonan itu yang dimiliki oleh Pemkab, selebihnya merupakan peraturan pemerintah pusat.

Meskipun demikian, Surya berjanji akan menyampaikan semua tuntutan buruh ini kepada, Bupati ataupun kepada pemerintah Provinsi untuk disampikan ke pemerintah pusat. Sehingga semua tuntutan yang diminta oleh para buruh, dapat terealisasi sesuai dengan tuntutannya.

Setelah melakukan pertemuan dengan pihak Pemkab Langkat, aksi demo ratusan kaum buruh ini pun, berlanjut ke Gedung DPRD Langkat, dengan membawa tuntutan yang sama. Namun sayangnya, tak satupun anggota DPRD yang dapat ditemui kemarin, hingga akhirnya, setelah melakukan orasi di luar gedung, ratusan buruh ini akhirnya membubarkan diri secara teratur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: