Oknum Brimob Binjai Merampok Pakai Senpi

Darwis >> Langkat

Aksi perampokan yang dilakukan aparat kembali terjadi. Kali ini pelakunya diduga salah seorang oknum anggota Brimob dari Detasemen A, Kompi 3 yang bermarkas di Binjai- Sumatera Utara. Perbuatan yang mencoreng nama baik Cops berlambang bungga teratai ini, dilakukan oleh Brigadir D. Pb salah seorang anggota Brimob di Binjai. Menurut keterangan yang berhasil dikumpulkan POSMETRO MEDAN dari berbagai sumber baik dilapangan maupun kepolisian Kamis (20/3) menyebutkan, perkara itu terjadi bermula dari kedatangan si oknum petugas tadi kekawasan

Halaban, Kecamatan Besitang, Selasa (18/3) sekitar jam 10 malam.

Dikawasan ini oknum tadi masuk kesalah satu warung remang-remang. Ditempat yang menyediakan minuman keras dan perempuan-perempuan nakal ini, oknum Brimob yang kala itu datang dengan ditemani seorang warga biasa tersebut langsung memesan minuman dan minta ditemani wanita-wanita pelayan kafe. Selang beberapa jam berada diwarung tersebut sekira jam 12.00 dini hari, selanjutnya petugas yang akal sehatnya mulai dipengaruhi minuman keras itupun pergi meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor yahama RX King miliknya.

Persis dikawasan Bukti Batu, Besitang, oknum Brimob tersebut menghentikan kendaraanya. Dan sesaat kemudian meluncurkan sebuah mobil Hi Strada BK 9912 NS dari arah Medan menuju Aceh yang dikendarai dua orang pria yang diketahui Riki Mulyadi (23) dan Taufik Hidayat (28) keduanya bekerja di PT. Pertamina Loksukon- NAD. Oleh Brigadir D Pb mobil yang kala itu berjalan agak lambat, langsung distop.

Karena yang menahan laju kendaraanya memakai celana lea dan baju coklat polisi, tanpa curiga sedikitpun Riki yang menyetir mobil langsung menghentikan laju kendaraan. Saat itu korban mengira kalau oknum petugas ini sedang kehabisan minyak keretanya. Tanpa meresa khawatir sedikitpun, ia langsung menginjak rem mobil. Sesaat setelah memarkirkan mobil dibahu jalan, pelaku langsung mendatangi Riki dan meminta diantarkan ke Pos keperbatasan.

Waktu itu pelaku mengatakan kalau minyak sepeda motornya kehabisan. Ditempat ini, pelaku sempat meledakkan senjata api yang dibawanya keudara sebanyak satu kali. Ledakan senjata api pelaku tadi sempat mengundang perhatian warga sekitar yang tengah beristirahat malam itu. Takut dengan ledakan senjata tadi, selanjutnya oleh korban, sepeda motor milik pelaku dinaikkan keatas mobil duble cabin ini.

Namun setibanya dikawasan simpang Perkebunan sawit Putri Hijau, masih dikawasan Besitang, pelaku langsung meminta korban menghentikan mobil. Pelaku yang awalnya mengatakan minta diantar ke Pos di Perbatasan Langkat dengan Aceh, malah balik memerintahkan korban untuk mengantarkan dirinya kekawasan perkebunan sawit Putri Hijau. Takut akan keselamatan nyawanya, sekali lagi korban menuruti permintaan pelaku. Mobil yang semula mengarah ke Aceh harus belok kiri menuju perkebunan sawit Putri Hijau dimana oknum Brimob ini ditugaskan.

Sekitar 6 km menyusuri jalan perkebunan itu, persisnya sekitar jam 1 dini hari, dikawasan perkebunan yang sepi, pelaku langsung memberhentikan mobil sebelum ahirnya memukul kedua korban. Dan ditempat ini pelaku langsung mempereteli barang barang berharga milik korban. Barang-barang yang diambil pelaku dua buah hand phone merek Nokia tipe N 81, Nokia tipe 3210 dan dompet milik korban yang berisi uang kontan sebesar Rp. 150 ribu.

Usai mendapatkan barang berharga milik korban, pelaku langsung pergi dengan sepeda motor miliknya. Tapi sebelumnya pelaku melepaskan sebuah tembakan dari senjata yang disandangnya. Selamat dari penyanderaan pelaku, selanjutnya korban mendatangi Polsek Besitang guna

melaporkan kejadian ini. Begitu menerima laporan kejadian tadi, beberapa orang petugas langsung turun kelokasi kejadian perkara guna menyelidiki kasusnya. Sumber POSMETRO menyebutkan, saat itu petugas menemukan 1 butir selongsongan dan 1 butir peluru aktif yang semuanya peluru tajam. Tak cuma itu, oknum petugas tadipun telah dijemput oleh atasanya Rabu (19/3) untuk dibawa ke markas Brimob di Binjai.

Salah seorang warga yang namanya minta jangan dituliskan disini mengaku sempat mendengar suara tembakan malam itu. “ Kalau suara tembakan jelas kali kudengar bang, kupikir ada perang.” cetusanya. Sementara Kapolsek Besitang Akp Wagito ketika dikonfirmasi POSMETRO melalui telepon gengam mengaku tidak mengetahui adanya aksi perampokan bersenjata api yang dilakukan oknum Brimob tersebut diwilayah hukumnya.

Orang nomor satu yang baru duduk sebagai Kapolsek beberapa minggu inipun membantah telah terjadi peristiwa tadi.“ Perampokan yang mana,? Ngak ada. “ ujar Wagito berulang kali meski puluhan pertanyaan dilayangkan POSMETRO namun jawabpanya tetap tidak ada. Ngak ada, apa ada informasi lain.” imbuhnya.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: