Pesta Berdarah Di Langkat : Tiga Warga Tertembak Peluru Oknum TNI

Darwis >> Langkat

Acara pesta penikahan yang tenggah digelar oleh keluarga H. Sirmon (64) warga Dusun XIII Sentosa, Kelurahan Perdamean, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Senin (28/4) sekitar jam 23.45 Wib,sontak riuh. Pasalnya, tiga orang warga setempat berlumuran darah setelah tertembak peluru nyasar yang diletuskan oleh seorang oknum TNI persis didekat pentas Kibot.
Tiga warga yang tertembus peluru nyasar tersebut masing-masing, Yudi (18) mengalami luka tembak pada bagian pantat. Faisal (16), terkena tembakan pada pergelangan tangan kanan dan Agus Setiawan (19) tertembak dibagian kaki kiri persis dibawah tempurung lutut kakinya. Peluru yang nyasar tadi juga masih bersarang dikakinya ketika itu. Saat ini ketiga korban masih menjalani perawatan medis atas luka yang dideritanya.

Menurut keterangan yang berhasil dirangkum POSMETRO MEDAN Selasa (29/4) dari lokasi kejadian dan pihak yang terkait lainya menyebutkan, peristiwa ini berawal dari digelarnya acara kibot dikawasan itu. Waktu itu, H. Sirmon yang punya hajatan, menyediakan hiburan organ tungal untuk memeriahkan pesta ngunduh putranya yang telah melangsungkan pernihakan beberapa hari lalu. Guna menyemarakkan jalannya acara hiburan Kibot pun sengaja disuguhkan buat tetamu undangan yang datang.
Mulai dari jam 2 siang, hiburan Kibot tersebut telahpun dimainkan. Namun, menjelang tengah malam, hiburan ini diberhentikan karena mengingat hari telah larut malam. Dan ketika para awak Kibot sedang mengulung wayar dan menyusun sound sistem, tiba-tiba terdengar keributan tak jauh dari pentas. Tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi biang keributan tadi. Namun, waktu itu warga melihat JM (19) salah seorang pemuda setempat terlibat keributan dengan Pratu ZF seorang pria yang mengaku anggota TNI dari Batalyon Infantri 111-Aceh.

Selang beberapa menit ribut dengan JM, si pria inipun langsung pergi meningalkan lokasi pesta yang masih ramai dikerumuni warga itu. Tapi, tidak lama berselang, lelaki bertubuh gempal itu datang lagi kelokasi. Kali ini ia tidak sendirian melainkan berdua bersama temanya berinisial Pratu Pw anggota Denma Kodam I/BB. Tanpa basa-basi, kedua pria yang bertubuh tegap inipun langsung menghajar JM dan memukulinya ditempat itu.Warga yang melihat tindakan arogan kedua pria ini tak dapat berbuat banyak. Apalagi sewaktu melihat JM dihajar sedemikian rupa.

Waktu itulah tiba-tiba muncul Serka Yt yang disebut-sebut bertugas di Satuan Arhanudse-Binjai. Kedatangan Oknum TNI ini bermaksud melerai bentrokan itu. Rupanya, kedatangan Serka Yt membuat situasi menjadi semakain panas. Serka Yt yang berniat melerai keributan malah dikeroyok oleh kedua orang itu. Merasa situasi semakin tak terkontrol, ahirnya ia pun mencabut senjata api miliknya dan melepaskan tembakan peringatan keudara sebanyak satu kali.

Tapi kedua pria yang menjadi lawan duel Serka Yt tidak gentar sama sekali. Waktu itulah Sertu Yan memukulkan gagang senjata yang berada ditanganya kekepala salah seorang dari kedua orang itu. Dan ketika gagang senpi (Senjata api) tadi dihantamkan, sekali lagi terdengar suara letusan. Keriuhan semakin menjadi begitu tiga warga setempat ditembus peluru nyasar. Warga yang tadinya berkerumun langsung kocar kacir. Dua orang korban peluru nyasar tadi langsung dibawa pergi oleh Oknum tersebut untuk diobati.
Sedangkan Agus Setiawan diboyong ke RS Insani Stabat sebelum ahirnya dirujuk ke RS Tentara di Binjai. Sementara H. Sirmon tuan rumah siempunya hajatan ketika ditemui wartawan koran ini di Polsek Stabat, mengaku tidak mengetahui persis kejadian itu. “ Waktu itu saya sudah tidur, jadi saya tidak tau kejadianya, saya taunya aja setelah dibangunkan sama istri.” akunya yang saat itu tengah dimintai keterangan oleh petugas bersama istrinya Boinem.

Sementara Kapolres Langkat AKBP Drs. H Dody Marsidi ketika dikonfirmasi perihal kejadian tadi melalui perwira penghubung (Pabung) Kompol Edi Sudarsono membenarkan. Kalau masalah itu tanyakan aja langsung ke Subdenpom karena mereka yang menangani,” cetus Edi singkat. Komandan Subdenpom 1.3 Pangkalan Brandan Lettu CPM Eko Mujiantoro yang ditemui POSMETRO di Polsek Stabat, membenarkan kalau pihaknya ada menangani kasus ini.

Saat ini kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap dua orang Oknum TNI yang diduga terlibat dalam insiden itu, tapi masih sebatas dimintai keterangan saja, kalau nantinya terbukti bersalah oknum tersebut pasti akan ditindak tegas sesuai prosedur, karena meletuskan senjata api dikhayak ramai adalah satu kesalahan dan pelangaran keras apalagi sampai menimbulkan korban warga masyarakat. “ terang Lettu CPM Eko tegas. (darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: