Sedang Deres Getah :Calon Haji Dibunuh Mayatnya Dibuang Kesunggai Wampu

Darwis >> Langkat

Sejak Jum’at (18/4) sore, Jalaludin alias Jalal (45) warga Dusun IV, Desa Pante Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, tidak pulang kerumah. Padahal, biasanya sebelum sore hari tiba Jalal telah berada dikediamanya. Bahkan, hingga Sabtu (19/4) sore, ayah dua orang anak inipun belum lagi diketahui keberadaanya. Kuat dugaan korban hilang setelah sebelumnya dibantai dibawah pohon karet miliknya sewaktu menderes getah dan mayatnya dibuang oleh pelaku kesungai Wampu tak jauh dari lokasi kejadian.

Keyakinan ini dikuatkan dengan ditemukanya ceceran darah dibawah pohon karet yang dideres korban. Tak cuma ditempat itu darah menempel didaun-daun kering, dipingir sunggai yang jaraknya sekitar 50 meter juga ditemukan bercak-bercak darah direrumputan. Hal inilah yang menyakinkan warga kalau korban dihabisi dibawah pohon karet sebelum jasatnya dibopong untuk dibuang kedalam sungai tersebut.

Selain ceceran darah tadi, dilokasi juga ditemukan potongan kayu yang juga diduga dipergunakan pelaku untuk melumpuhkan korban. Sementara sepeda dayung kendaraan korban keladang masih tersandar dipondok dan bekal sarapan pagi yang dibawa korban dari rumah pagi itu, masih tersangkut distang sepeda. Dari pantauan POSMETRO dilokasi kejadian, ratusan warga dibantu tim SAR Kabupaten Langkat, serta personil Polres Langkat dan Polsek Stabat, masih sibuk melakukan pencarian.

Tim SAR yang diturunkan terlihat menyisir sungai yang dalam dan deras itu. Sedangkan warga tadi berkerumun dipingir sungai mengamati arus air. Selain itu beberapa paranormal juga dimintai tolong mendeteksi keberadaan korban. Menurut Hj Tutiros alias Atik (40) istri korban yang ditemui wartawan koran ini lokasi menyebutkan, awal terjadinya peristiwa ini berawal dari kepergian korban untuk menderes getah pagi itu. Seperti biasanya sekitar pukul 07.00 Wib, korban pergi keluar rumah menuju ladangnya untuk menderes getah.

Karena hari itu hari Jum’at, korban buru-buru mengerjakan tugasnya tadi. Sebab, siang harinya korban akan pergi ke Masjid untuk Sholat Jum’at. Sangkin terburu-burunya, korban sengaja tidak sarapan pagi dan berencana sarapan setibanya diladang. “ Pagi itu dia saya bekali dengan sarapan nasi goreng, “ ujar Atik. Tanpa punya pirasat buruk akan terjadi, Atik melepas sang suami saat itu. Meski siang itu korban belum pulang kerumah, tapi Atik tidak curiga.

Ia (Atik) malah pergi wirit bersama kaum ibu lainya. Tapi, sepulangnya dari Wirit, Atik belum juga melihat ayah dari dau anaknya ini. Perasaan Atik mulai cemas, apalagi waktu telah menunjukan jam 4,30 sore. Untuk mengetahui apa yang telah terjadi, Atik menyusul keladang tempat suaminya menderes. Setibanya dilokasi, Atik tidak menemukan korban. Hanya saja Atik melihat sepeda yang digunakan suaminya terparkir didekat pondok bersama bungkusan nasi goreng.

Berulang kali Atik berteriak memangil-mangil korban, namun tak terdengar jawabpan. Sewaktu Atik mutar-mutar dibawah pohon karet yang semak ini, Ia melihat sandal (selop) yang dipakai korban tergeletak diantara belukar. “ Yang saya jumpa cuma selopnya saja disemak itu, “ tukas Atik sambil menunjuk kearah temuan. Berhubung hari semakin senja, ahirnya Atik pulang kerumah dan menyampaikan apa yang dialaminya tadi kepada warga sekitar.

Malam itu juga puluhan warga mendatangi lokasi untuk mencari korban, sayangnya korban tidak ditemukan. Dan pencarian kembali diteruskan esok harinya. “ Rencananya tahun depan bapak naik haji, karena tahun ini saya baru pulang , “ sambung Atik lagi seraya menambahkan saat pergi menderes pagi itu korban ada membawa uang yang jumlahnya ditasir sebesar Rp. 3 juta.

Sementara Kapolsek Stabat AKP Eddi S ketika dikonfirmasi POSMETRO melalui telepon selulernya membenarkan perihal kejadian tersebut. Namun, Kapolsek belum dapat memastikan apakah korban memang dibunuh dan dihanyutkan kesungai. “ Kita masih menyelidiki kasusnya, jadi saya belum berani simpulkan motif nya, apalagi jasat korban belum ditemukan, tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: