Ponidi : “ Mereka Tetap Kumaafkan”

Kuburan Dini Di Bongkar :

Ponidi : “ Mereka Tetap Kumaafkan”

Darwis >> Brandan

Warga Dusun I, Kelurahan Tangkahan Serai, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Kamis (26/6) berduyun-duyun datang kelokasi pemakaman umum (PU) tempat Dini (2,5) tahun disemayamkan. Kedatangan warga tak lain inggin melihat secara langsung prosesi pembongkaran kuburan Dini oleh petugas guna autopsi.

Sejak pagi hari, seratusan warga sudah terlihat berkumpul menanti dimulainya autopsi. Diantara kerumunan warga tadi, tampak Ponidi (42) ayah Dini. Pria itu terlihat duduk termenung diantara keramaian. Tak banyak yang dapat diceritakan oleh Ponidi. Ia hanya menatap satu persatu-satu wajah orang-orang yang terus berdatangan kekuburun tersebut. Menjelang pukul 11.35 Wib, pembongkaranpun dimulai.

Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Zulkarnain S didampingi Kasat Reskrim Polres AKP M. Jawak dan Tim dokter Forensik yang diketuai dr. H.M Silitongga Sp.F, langsung memasuki lokasi yang telah dipagari dengan Police Line. Tampak juga saat itu Waka Polres Langkat Kompol Beny Adjianto, Komandan PM Brandan Lettu CPM Eko Mudjianto, Pasi Intel Marinir Brigif 3 Tangkahan Lagan Kapten Argo, Pasi Ops Marinir Mayor Reza, Kapolpos Lantas Bukit I Aiptu Risman Tambunan dan aparat kelurahan setempat.

Sebelum dilakukan pembongkaran kuburan Dini tadi, Kapolsek Brandan AKP Zulkarnain S terlebih dulu menyampaikan arahan kepada warga sekitar agar tidak menganggu jalanya autopsi. “ Saya mengharapkan kerjasama dari warga disini, karena apa yang kita kerjakan demi kepentingan hukum,” ujar Zulkarnain S yang saat itu didampingi Kanit Reskrim Iptu Azhari SE.

Ponidi yang duduk persis didekat makam anaknya, tak kuasa menahan tanggis begitu satu persatu tanah kuburan tersebut mulai dikorek. Tanggis Ponidi kian tak tertahan setelah satu persatu papan penutup jasat Dini diangkat keluar. Ia hanya mampu menutup wajahnya dengan kedua belah telapak tangannya. Tiga orang pengali kubur yang sedari tadi terus bekerja ahirnya mengangkat jasat Dini keatas disambut tim Forensik.

Jasat Dini lalu di baringkan diatas meja yang telah disediakan sebelumnya. Diatas meja yag dilapasi terpal warna biru itu kain kapan pembungkus jasat korban mulai dipereteli satu persatu. Warga yang terlihat pagar betis menyaksikan proses ini berdecak kagum karena jasat korban tidak mengeluarkan bau busuk sebagaimana mestinya jasat yang telah terkbur selama beberapa minggu.

“ Kok ngak bau ya mayatnya, “ celetuk seorang ibu keheranan. Setelah dibersihkan, tangan-tangan dokter Forensik tadipun mulai bekerja. Secara seksama mereka meneliti bagian-bagian tubuh korban yang masih utuh.” Ngak bau mayatnya ya, “ bisik seorang dokter wanita kepada rekanya setengah berbisik. Beberapa jam kemudian, tim dokter tersebut menyelesaikan kerjanya dan jasat korban kembali disemayamkan sebagaimana mestinya.

Tuhan Lagi Yang Tau

Kematian sibungsu dari tiga bersaudara ini, benar-benar menyisakan kisah pilu dibathin Ponidi. Diantara warga yang mulai bubar dari lokasi, tampak Poni berjalan sedikit tertatih-tatih. “ Kaki ku sakit bang, beberapa hari lalu kenak duri sawit, “ katanya kepada POSMETRO saat itu. Walau terlalu pedih untuk diceritakan perihal apa yang dialaminya, namun Ponidi masih mau berbagi cerita dengan wartawan anda.

“ Aku ngak menyangka kalau anakku mati dibunuh seperti ini,” bilang Ponidi sambil menjambak rambutnya. Selama ini aku bekerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, aku ngak tau yang macam-macam, bagiku keluarga adalah segalanya, makanya aku ngak perduli mau kerja apa saja, aku ngak mau anak dan istriku sampai kelaparan, aku sayang kali sama mereka,” seru Ponidi menitikkan air mata.

Kasih sayang tersebut dibuktikan Poniidi dengan sungguh-sungguhnya ia bekerja. Tak Cuma itu, selama bekerja diperkebunan sawit tersebut, Ponidi tidak pernah memegang uang gaji setiap bulanya. “ Sangkin sayangnya sama dia (Faujiah), setiap bulan uang gajiku dia (Faujiah) yang mengambilnya, aku ngak pernah melihat uang gajiku yang besarnya Rp.700 ribu,” timpal Ponidi.

Kalau kuinggat-ingat memang sakit kali bang, udahlah dia selingkuh dengan laki-laki lain, anakkupun dibunuh, pokoknya tuhan lah yang tau, “ imbuh Ponidi kembali menitikkan air mata. Meskipun dirinya telah dikhianti oleh Faujiah dan Budi orang yang selama ini diangapnya saudara itu, tapi Ponidi mengaku tidak merasa sakit hati apalagi dendam kepada keduanya.

“ Kalau cerita dendam, pasti ngak ada habis-habisnya bang, “ tukas Ponidi di Polsek Brandan usai mengantarkan makan dan minum kepada Faujiah yang meringkuk didalam sel. Meskipun Faujiah telah menduakan dirinya, tapi pintu kemaafan dihati Ponidi kepada wanita tersebut masih terbuka lebar, bahkan Ponidi tidak akan pernah berpikir untuk menceraikan ibu dari anak-anaknya tersebut sampai ahir hayatnya.

Seburuk apapun dia (Faujiah), aku tetap menyanginya dan aku ngak pernah berniat menceraikan dia walaupun perbuatanya seperti itu, semuanya kuserahkan sama yang kuasa, mungkin semua ini sudah ditakdirkan terjadi,” pungkas Ponidi seraya menambahkan akan setia menungu istrinya keluar dari penjara.

Hubungan Terlarang Itu Berbuah Janin

Hubungan terlarang yang dilakukan oleh Faujiah dan Budi Irawan, ternyata membuahkan benih dirahim wanita itu. Saat ditemui POSMETRO untuk yang kesekian kalinya kemarin di Polsek Pangkalan Brandan, wanita ini mengaku saat ini tenggah mengandung anak dari Budi. Kehamilan tersebut disadari Faujiah setelah tamu bulanannya tak kunjung datang dalam beberapa minggu belakangan ini.

“ Aku sekarang hamil dua bulan, anak yang ada didalam perutku ini hasil hubungan aku sama Budi, “ ujar Faujiah sambil menoleh kearah Budi yang duduk disebelahnya. Pengakuan Faujiah yang menyatakan dirinya tenggah mengandung dua bulan benih dari Budi tersebut, rupanya belum diketahui Ponidi. “ Kalau dia hamil aku ngak tau, tapi setahuku dia ngak hamil,” terang Ponidi saat ditanyakan tentang kehamilan Faujiah tadi.

Sementara Kapolsek Pangkalan Brandan Akp Zulkarnain S ketika dikonfirmasi diruangan kerjanya mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian korban, pasalnya hasil autopsi yang dilakukan baru diketahui hasilnya dalam kurun satu Minggu kedepan. “ Hasil autopsinya baru keluar satu minggu, setelah itu barulah kita berani memastikan penyebab kematian korban.” Terang Kapolsek datar.(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: