Kelaparan, Pemilik 474 Kg Daun Ganja Ditangkap

Karena Kelaparan, Polisi Berhasil Tangkap Pemilik 474 Kg Daun Ganja

Darwis >> Stabat

Setelah melakukan pengejaran selama beberapa jam lamanya, ahirnya Senin (7/7) sekitar pukul 20.30 Wib, Tim Sat (Satuan) Narkoba Polres Langkat, berhasil membekuk Mardianas Adinil alias Dinil (29) warga Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan salah seorang pemilik daun ganja seberat 474 Kg yang ditaruh dalam 27 bungkus (bal). Pelaku yang berperan sebagai sopir mobil Kijang Krista BK 1975 JT yang membawa daun ganja ditangkap oleh tim Sat Narkoba Polres Langkat dari sebuah warung di Kota Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Saat ditangkap petugas, tersangka sedang menungu makanan yang dipesannya dari pemilik warung. Untuk mempermudah proses penyelidikan, petugas langsung mengelandang tersangka ke Polres Langkat. Kasat Narkoba AKP Marjo yang dikonfirmasi POSMETRO Selasa (8/7) diruangan kerjanya membenarkan perihal diamankanya salah seorang pelaku tadi. Bilang Marjo, penangkapan ini berawal dari kaburnya pelaku pagi kemarin (Senin 7/7) saat dihadang petugas.

Untuk memburu pemilik daun haram tersebut, Sat Narkoba Polres Langkat langsung membentuk dua tim khusus. Kedua tim khusus ini dibagi menjadi dua dimana tim satu disebar kearah Hamparan Perak, Kota Datar, Kota Lama dan sejumlah pelosok desa lainya. Sedangkan tim yang satu lagi, ditabur disetiap persimpangan yang diyakini akan dilewati pelaku. Strategi yang digunakan petugas ternyata jitu. Pelaku yang kurang menguasai daerah, kebingungan mencari jalan keluar dari tempat itu.

Setelah sempat bersembunyi selama beberapa jam lamanya dikawasan perkebunan tebu dan sawit, ahirnya kedua pelaku yakni Sya ((31) warga Tembung (masih buron) dan Dinil, kelaparan. Kedua pelaku yang tidak makan sejak pagi hari ini nekat menanggung resiko dengan mencari warung terdekat untuk mengisi perut mereka yang kroncongan. Begitu masuk kesebuah warung, keduanya langsung memesan dua piring mie Instan. Tanpa disadari oleh keduanya, gerak gerik mereka telahpun dipantau Polisi.

Belum lagi sempat menikmati makan malamnya, petugas langsung datang mengrebek. Dinil yang bernasib apes, ketangkap tangan petugas. Sementara rekanya Syamsul berhasil lolos dari jamahan tangan Polisi. Tanpa dapat berbuat banyak lagi, Dinil hanya bisa pasrah saja ketika kedua belah tanganya dilingkari borgol petugas dan digiring kekomando. “ Kedua pelaku kita tangkap saat menungu pesanan,” ujar Marjo yang waktu itu langsung memimpin anggotanya dalam pengejaran.

Sementara Dinil yang ditemui wartawan koran ini diruangan juru periksa (Juper) Sat Narkoba Polres Langkat, mengaku kalau aksi tersebut telah berulang kali ia lakukan. Katanya, sudah lima kali dirinya membawa masuk daun ganja dari Aceh menuju Medan dalam kurun waktu dua bulan. “ Selama dua bulan terahir ini saya sudah lima kali bawa ganja, dan yang kelima ini baru ketangkap.” tukasnya. Waktu pertama kali, saya membawa sebanyak 50 Kg daun ganja dengan mengunakan mobil.

Peran saya dalam meloloskan daun ganja ini hanya sebagai sopir. Pada aksi pertama, saya menerima imbalan sebesar Rp.800 ribu dari Sya. Selanjutnya beberapa minggu kemudian, kembali membawa daun ganja, kali ini jumlahnya sekitar 80 Kg dan menerima upah sebesar Rp.850 ribu. Untuk aksi ketiga, membawa 75 Kg dan imbalan yang diterima sebesar Rp. 850 ribu. Seterusnya aksi keempat dilakukan pada tanggal (3/7) lalu. Kali ini daun ganja yang diambil dari daerah Pulau Tiga-NAD seberat 83 Kg.

Untuk kali ini tersangka (Dinil) mendapat upah sebesar Rp.1,5 juta. Belum puas dengan empat kali sukses, kemarin pelaku kembali menjalankan kegiatanya. Sebanyak 27 bal atau seberat 474 Kg daun ganja kembali dibawa masuk oleh pelaku dengan mengunakan mobil. Namun sial, aksi kelima ini harus berahir dibalik terali besi setelah petugas mencium daun ganja yang dibawa pelaku. “ Saya ngak tau daun ganja ini dibawa kemana, sebab, setibanya di Medan (Tembung), Sya langsung mengambil alih mobil dengan menyuruh saya tinggal atau menungu di suatu tempat. “ beber ayah tiga orang anak ini.

Lebih jauh lagi, Dinil mengatakan kalau selama beraksi dirinya tidak cuma berdua saja dengan Sya melainkan ada beberapa orang pelaku lainya. “ Biasanya setiap kali membawa ganja, kami pagi hari sekitar jam 7 ke jam 8 pagi, dan sebelum bergerak ada yang ditugasi untuk mengamati jalan artinya untuk memantau apakah ada Polisi yang sedang swiping atau sebagainya. Seperti membawa 747 Kg daun ganja tersebut, orang yang ditugasi untuk memantau jalan sekitar 4 orang.

Dua orang mengendarai sepeda motor dan dua lagi naik mobil, setelah mendapat kabar dari orang-orang ini jalan aman, mobil yang berisi ganja tadi langsung bergerak. “ terang pelaku seraya menambahkan komunikasi terus dilakukan melalui hand phone oleh Sya dan keempat orang tersebut. Atas hukuman yang menantinya pelaku mengaku pasrah. “ Kalau hukumannya berat, aku pasrah “bang,” serunya enteng seakan tidak menyesal. Ganjaran atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) huruf a Subd Pasal 81 huruf a Subd 78 (1) huruf a Undang-Undang No.22 tahun 1997 tentang Psytropika.” ungkap Marjo seraya menambahkan timnya sedang memburu para pelaku lainya.(darwis)

2 Tanggapan

  1. Andai negara bisa memakmurkan warganya, masih adakah orang tanam dan jual ganja?

  2. Bila visi dan misi negara telah tercapai maka, akan bubarlah negara ini, maka dari itu tak mungkin indonesia ini membubarkan diri, dan tak seorang pun dari pejabat yang ingin mencapai misi indonesia adil dan makmur,…
    tentunya jika telah adil dan makmur tak akan ada lagi KELAPARAN, PEMILIK 474KG DAUN GANJA….

    salam kenal Bang Sufimuda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: