Penderes Getah Tewas Dibantai Sekelompok Preman

Penderes Getah Tewas Dibantai Sekelompok Preman

*Leher Nyaris Putus, Dada Ditembus Panah Beracun *

Darwis >> Langkat

Lokasi pekebunan PTPN-2 Perkebunan Tanjung Keliling, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, yang semula tenang, berubah mencekam setelah Jaya (32) warga Desa Minta Kasih, Kecamatan Salapian salah seorang karyawan perkebunan ditemukan tewas dengan kondisi yang sanggat mengenaskan sewaktu menderes getah diareal Afdeling I Blok 11. Peristiwa berdarah ini terjadi Rabu (9/7) sekitar pukul 11.45 Wib.

Saat ditemukan warga dilokasi kejadian, leher korban nyaris putus, dada tertancap anak panah beracun, empat jari tangan kanan putus dan sekujur tubuh korban dipenuhi dengan luka tikaman senjata tajam (sajam). Tak hanya Jaya yang menjadi korban aksi penyerangan sekelompok pria bersebo ini. Sabar Menanti Hutagalung alias Ucok (27) penduduk Desa Tanjung Keliling, Kecamatan yang sama, juga mengalami nasib serupa.

Meski nyawa korban ( Sabar) dapat diselamatkan, namun kondisi luka yang dideritanya cukup mengkawatirkan. Saat ini kedua korban masih berada di RSU Djoelham Binjai guna mendapatkan perawatan medis. Warga yang mendapat kabar kalau rekan mereka diserang oleh sekelompok orang tadi langsung berkumpul dan bersiap-siap untuk melakukan perlawanan.

Dengan dilengkapi berbagai macam senjata tajam ditangan, warga berupaya menghalau pelaku. Dalam aksi tadi, warga melampiaskan emosinya dengan membakar sebuah pondok yang biasa dijadikan tempat mangkal oleh kawanan pelaku tersebut. Selain itu, dua unit sepeda motor Suzuki smas tanpa nomor plat (BK) milik pelaku yang tertingal ditahan warga dimana satu unitnya hanggus dibakar massa yang kesal.

Situasi perkebunan yang tadinya lengang, berubah ramai dengan berkumpulnya warga secara berkelompok-kelompok. Warga duduk berkumpul disetiap sudut-sudut desa sambil mengamati setiap orang yang masuk kedesa itu. Pemandangan semakin seram lagi begitu beberapa orang diantaranya berjalan hilir mudik sambil meneteng klewang, aret, parang dan sebagainya.

Menurut keterangan yang berhasil dikumpulkan POSMETRO dari lokasi kejadian maupun kepolisian menyebutkan, pemicu peristwa yang berahir dengan hilangnya nyawa seorang warga tadi, berawal dari terjalinnya kontrak kerja diantara CV Kartika dengan pihak Perkebunan Tanjung Keliling. Oleh pihak PTPN-2 Perkebunan Karet Tanjung Keliling, CV Kartika dengan Direkturnya Eddy Surahman Sinuraya warga Komplek Padang Hijau Diski, Kecamatan Sunggal-Medan ditunjuk langsung memenangkan tender pekerjaan ditempat itu tanpa melalui mekanisme yang ditentukan.

Dalam surat perjanjian pemborong dengan Nomor :II.TJK/SPP/40/VI/2008. II.TJK/PPAB/34/II/2008 tersebut, dinyatakan kedua belah pihak (PTPN-2 dan CV Kartika) setuju mengadakan perjanjian pemborong tenaga panen produksi karet di Afdeling I untuk periode bulan Juni 2008. Sejak dikeluarkanya kontrak kerja sama inilah pihak CV. Kartika menurunkan puluhan orang-orangnya keareal perkebunan karet ini. Kedatangan kelompok CV Kartika kewilayah ini mulanya tidak ada masalah bagi warga yang juga karyawan lepas diperkebunan ini.

Tapi, setelah mendirikan barak dan melakukan intimidasi terhadap karyawan yang telah bekerja selama beberapa tahun ditempat ini, ahirnya warga merasa risih dan gerah juga. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, tokoh pemuda, masyarakat dan elemen lainya telah melakukan berbagai upaya guna mencari jalan penyelesaian masalah yang kian rawan.

Solusi yang dicari ternyata menemukan jalan buntu. Rabu (9/7) pagi, sekitar tiga puluh orang pria bersebo dengan mengendarai puluhan sepeda motor, datang menyerang karyawan perkebunan yang tengah bekerja. Karyawan yang menjadi sasaran kelompok ini adalah Jaya, salah seorang mandor deres sekaligus penderes getah. Sewaktu diserang oleh para pelaku, korban sedang berada diatas tangga sambil mendereskan pisau deresnya.

Mendapat serangan secara mendadak tadi, membuat korban tak dapat berbuat banyak. Satu tebasan klewang yang mengenai tubuhnya, membuat ayah dua orang anak ini berkubang darah. Sambil berteriak meminta tolong, korban berupaya menyelamatkan diri dari kejaran pelaku dengan berlari menuju perkampungan. Tapi pelaku semakin brutal, mereka dengan bringas menebas leher dan sekujur tubuh korban yang telah bersimbah darah.

Akibat bacokan yang dideritanya membuat tubuh korban lunglai dan jatuh tersungkur kesemak-semak persis dibelakang rumah warga. Dengan kondisi leher nyaris putus dan dada ditembus anak panah beracun korban menghembuskan napas terahirnya ditempat itu. Usai membantai korban, pelaku masih melakukan penyerangan terhadap warga lainya yang saat itu juga tengah menderes.

Beruntung warga yang satu ini berhasil menyelamatkan diri dan meminta bantuan kepada warga lainya. Mendengar rekan-rekan mereka dibantai secara sadis, warga langsung berkumpul dan mengejarkan para pelaku. “ Mereka (pelaku) terlalu sadis, kenapa rekan kami yang sedang menderes getah yang menjadi korban, atas kejadian ini kami meminta pertangung jawabpan Manager Kebun Tanjung Keliling, Ir Dion Saragih, karena semua peristiwa ini dipicu oleh kebijaksanaan Ir Dion Saragih.

Sejak masuknya CV Kartika kedaerah ini, situasi keamanan warga menjadi tergangu artinya warga (karyawan) yang mencari nafkah dengan menderes getah dibuat tidak tenang oleh preman-preman bayaran CV. Kartika yang setiap hari berkumpul diareal perkebunan. “ ujar Zulkarnain Sinulingga salah seorang tokoh pemuda setempat seraya menambahkan akan membuat perhitungan sendiri bila tidak ada kejelasan dalam penyelesaikan masalah ini.

Rumah Manager Dirusak

Pasca penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diduga preman-preman bayaran CV. Kartika, rumah dinas Manager Perkebunan PTPN-2 Ir. Dion Saragih yang berada di Komplek Emplasmen Kebun Tanjung Keliling juga dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Petugas Polsek Salapian yang mendapat kabar perihal pengrusakan tadi langsung turun ketempat kejadian guna mengamankan situasi.

Selang beberapa jam kemudian, dua pleton petugas Dalmas Polres Langkat, diturunkan kelokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan. Selain petugas Dalmas, personil Polres lainya seperti Satreskrim, Intelkam dan Provost disiagakan dibeberapa titik yang dinilai rawan. Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M. Jawak didampingi Kabag Ops Kompol Dadi Purba, Kasat Intel AKP Edi Yanto, Kanit P3D Iptu Zulkarnain langsung memimpin personil yang diterjunkan.

Sementara Kapolsek Salapian AKP Sukerman ketika dikonfiramasi perihal kejadian ini mengatakan pihaknya sejauh ini masih mengumpulkan keterangan dari beberapa orang saksi yang mengetahui atau mnelihat secara langsung kejadian ini. “ Untuk sementara ini kita sudah mengambil keterangan empat orang saksi warga yang mendengar kejadian, sedangkan saksi korban masih dirawat dirumah sakit dan belum dapat dimintai keterangan.” tukas AKP Sukerman singkat.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: