Security Pertamina Pangkalan Susu Aniaya Pencari Botot

Dituduh Mencuri Besi Pipa :

Security Pertamina Pangkalan Susu Aniaya Pencari Botot

 

Darwis >> Langkat

 

Ahmad Ahyar alias Ahyar (42) warga Jln. Cempaka, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, harus merigkuk didalam sel Polsek Pangkalan Bradan guna mempertangung jawabkan perbuatan yang tidak pernah ia lakukan. Sebelum dijebloskan kedalam sel yang pengap dan sempat itu, Ahyar terlebih dulu dipukuli oleh beberapa anggota Security PT.Pertamina Pangkalan Susu. Oleh para Security tadi, ayah dua orang anak ini dipaksa mengaku telah mencuri sembilan batang besi pipa milik Pertamina.

 

Selain Ahyar, Darwis (31) penduduk Esa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, Langkat yang ketika itu bersama korban juga tak luput dari aksi main hakim ala pegaman (Security) pertamina tersebut. Akibat penganiayaan yang diterimanya, Ahyar harus diberikan perawatan intensif ketika itu karena wajah dan kepala korban berulang kali dipukul oleh oknum Security.

 

“ Saya harus menelan obat peghancur darah beku diotak sebanyak tiga butir yang hargaya satu butir Rp.340 ribu rupiah.” ujar Ahyar ketika ditemui POSMETRO Rabu (30/7) dari balik jeruji besi Polsek Bradan. Menurut cerita Ahyar, ia sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya tadi. Lebih jauh Ahyar juga mengatakan awal terjadinya penganiayaan hingga menyeret dirinya menjadi tersangka dalam kasus ini berawal dari kepergianya ke Paluh Sane, Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan pada tangal 21 Juli lalu bersama temanya Darwis.

 

Saat itu bilang Ahyar, dirinya dimintai tolong oleh Darwis untuk mengangkat mesin Boat miliknya yang ditingal didekat kawasan paluh. “ Saya sama Darwis pergi kekawasan tersebut untuk mengangkat mesin boat ketika itu,” bilang Ahyar seraya menambahkan datang kelokasi sambil membawa becak miliknya. Setibanya dilokasi, Ahyar dan Darwis langsung menuju paluh dimana boat tadi tersandar. Setelah membersihkan mesin, menjelang pukul 21.30 Wib, Ahyar dan Darwis bergerak pulang.

 

Tapi baru beberapa meter bergerak dijalan raya, tiba-tiba mereka ditangkap oleh beberapa orang yang mengaku Security Pertamina. “ Kami ditangkap dijalan sewaktu mau pulang kerumah, oleh orang-orang ini kami dituduh telah mencuri besi pipa Pertamina, padahal kami tidak tau sama sekali, “ ketus Darwis. Selanjutnya kami dibawa ke Pos Security PT.Pertamina Pangkalan Susu. Ditengah jalan menuju Pos tadi kami terus dipukuli oleh mereka dalam kondisi tangan diborgol.

 

Dan penyiksaan terus berlanjut sewaktu kami diperiksa di Pos Security. Ketika itu yang menjadi juru periksa (Juper) Security, Z Sembiring dan H. Azwar. “ seru Ahyar sambil menambahkan ketika di BAP oleh juper Security tersebut kepalanya berulang kali dipukul dengan pentungan. “ Saya sudah bilang kalau tidak tau perihal sembilan batang besi pipa tersebut, tapi mereka (security) tetap bersikeras menuduh, lagi pula ketika kami (Ahyar dan Darwis) ditangkap Security, besi tersebut jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi penangkapan.

 

“ Yang pasti kami tidak tau perihal besi tersebut, namun karena tak tahan terus dipukuli ahirnya dengan terpaksa kami mengakui tuduhan itu “ kenang Ahyar yang berprofesi sebagai pencari botot ini. Sejak saat itu Ahyar dan Darwis pun “ terbenam” di sel Polsek Pangkalan Brandan menangung dosa yang menurutnya tidak ia lakukan. Tak terima suaminya dipermak seperti seekor kerbau, Rosmaini (49) istri Ahyar dan Anisa (31) istri Darwis melaporkan kasus penganiayaan yang dialami suaminya tadi ke Polsek Pangkalan Susu.

 

Bukti tanda laporan pengaduan kedua ibu rumah tangga inipun dituangkan dalam No.Pol:LP/313/VII/2008/LKT.Brandan tangal 22 Juli 2008. Untuk didengar keterangannya selaku saksi, oleh Polsek Pangkalan Susu, maka Rosmaini diminta hadir pada tanggal 01 Agustus nanti. “ Kalaupun kedua suami kami berbuat salah melakukan pencurian”, tutur Ros dan Annisa, silakan saja di hukum, akan tetapi tegakkan Supermasi hukum dan jangan main “Hakim” sendiri, apalagi sampai melakukan penganiayaan.” Ketus keduanya menimpali oknum yang mereka laporkan adalah Z.Sembiring Cs.

 

Sementara Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Zulkarnain S ketika dikonfirmasi perihal kejadian ini membenarkan. Hanya saja bilang Kapolsek, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Security tersebut tidak berada dibawah wilayah hukumnya. “ Kalau masalah penganiayaan itu kita sarankan kepada keluarga pelaku agar melapor ke Polsek Pangkalan Susu, sebab tempat kejadian perkara terjadinya diwilayah hukum Polsek disana. “ ujar Zulkarnain S datar.

 

Ditempat terpisah Kepala Security PT.Pertamina Kapten Nasbin Harahap saat dikonfirmasi POSMETRO melalui telepon selulernya perihal tuduhan penganiayaan yang dilakukan anggotanya tadi membantah kalau hal itu ada terjadi. “ Kalau kita disini, tidak ada diajarkan melakukan tindakan seperti itu, tapi kalau pelaku bilang Security ada melakukan penganiayaan mungkin itu cuma ngarang aja dia, kalaupun ada bekas memar ditubuhnya itukan bisa-bisa aja, yang pasti kalaupun mereka melaporkan kita ke pihak yang berwajib kita siap aja meladeninya itukan hak mereka.

 

Namun yang jelas sebelum pelaku ditangkap oleh Security kita telah melakukan pengintaian, memang pelaku tidak kita tangkap sewaktu mengergaji besi tersebut, alasanya kita takut pelaku melakukan perlawanan dengan senjata ditanganya dan itu dapat membahayakan keselamatan anggota, makanya kita tunggu waktu yang tepat meringkusnya.” Ujar Nasbin Harahap seraya menambahkan pelaku berjumlah 5 orang tiga diantaranya berhasil kabur.(darwis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: